Jumat, 01 Juni 2012

KARAKTER   PEMIMPIN


Kepemimpinan  adalah  proses  mempengaruhi  , memberdayakan  dan  menggerakan sekelompok  orang  atau  masyarakat  untuk  bersama – sama  mewujudkan  sebuah  keinginan  dalam  skala   besar   . Keinginan  tersebut  bisa  lahir   dari  keinginan  seseorang  atau  pribadi  ,  bisa  juga  lahir  dari  keinginan  kolektip  yang  kemudian  diakomodir  oleh  seorang  pemimpin  setelah  melihat ,  mendengar  atau  merasakan  sesuatu  . Keinginan tersebut  bisa  sesuatu  bermanfaat  bagi  orang  banyak  ,  bisa  juga  hanya  bermanfaat untuk   kelompok  yang  dipimpinnya  dan  berakibat  buruk  bagi  orang  yang  berada  diluar  kelompoknya .  Dan  Pemimpin  adalah  orang  yang  melaksanakan  dan  bertanggung  jawab  terhadap  proses  tersebut . Dengan  kata  lain  ditangan  seorang  pemimpinlah  sesuatu  yang  abstrak  menjadi  nyata .
Sesuai  dengan  fungsi  yang  diembannya , seorang  pemimpin  dituntut  haruslah  seorang  yang  disiplin , mampu   mengkerucutkan  keinginan  dalam  skala  besar    menjadi  rasional  dan  terukur  ,  jeli  melihat  dan  memilih  orang  orang  yang  akan  membantunya  kemudian  mengkomunikasikan  dengan  jelas  dan  tepat    agar  pengaplikasiannya  sejalan  dengan  apa  yang  direncanakan  ,  menjadi  contoh  prilaku  dari  orang – orang  dibawah  kepemimpinannya  serta  memberdayakan  mereka  agar  lebih  terampil  memanfaatkan  sumber daya  yang  ada  untuk  mencapai  tujuan   juga  menjadi  bagian  dari  fungsi  yang diembannya.
Hal  tersebut  diatas  adalah  syarat  syarat   yang  harus  dimiliki  oleh  seorang  pemimpin  pada  umumnya   sementara   mengenai  tata  cara  pelaksanaan  serta  output   yang  dihasilkan dari  sebuah  kepemimpinan  bergantung  pada   Ketaqwaan  Sang  Pemimpin   kepada  Tuhannya .  karena  bersumber  dari  ketaqwaanlah  baik – buruk  kepribadian  dan  karakter  seorang  pemimpin  terbentuk  lalu  menjelma  menjadi  karakter   organisasi  yang  dipimpinnya .
Apabila  dikelompokkan  secara  kasar  tipe  kepemimpinan  berdasarkan  Ketaqwaannya  maka  ada  tiga  tipe  Kepemimpinan .
1.    Pemimpin  Berhati  Putih  atau  Bersih
Pemimpin  yang  taat  beribadah  ,  yang  menganggap  kekuasaan  yang  diembannya  adalah  amanah  yang  akan  dipertanggungjawabkan  di dunia  dan  akhirat  sehingga  dalam  mengaplikasikan   kebijakannya   lebih  mengedepankan  pengabdian .
Ciri – ciri nya
-    mengutamakan  kepentingan  umum  diatas  kepentingan  pribadi  atau 
kelompok  terdekatnya.
-    jujur  pada  diri  sendiri  dan  orang  lain .
-    adil , melihat  manusia  secara  utuh  tanpa  sekat – sekat  keagamaan , ras  atau  golongan . mereka memposisikan  seseorang  sebagai  individu  yang  memiliki  hak  yang  sama  diatas  muka  bumi ini . .
-    keras  hati  dan  konsisten  pada  apa  yang  diperjuangkannya.
-    Peduli  terhadap  segala  bentuk  penderitaan  yang  terjadi  diatas  bumi
Output  yang  dihasilkan  dari  pemimpin  tipe  ini  adalah  kemaslahatan  orang  banyak., dukungan  yang  militant  dan  operational  cost  lebih  hemat  karena  minim  penyelewengan .
2.    Pemimpin  Berhati  Hitam
Pemimpin  yang  samasekali  mengabaikan  keberadaan  Tuhan  Yang  Maha  Esa , mereka  menganggap  tuhan  hanyalah  milik  orang – orang  lemah  dan  putus  asa  yang  tidak  yakin dengan  kemampuan  dirinya  sendiri ,   Pemimpin  dari  tipe  ini  menganggap  kekuasaan  yang  diembannya  adalah  hasil  sebuah  kerja  keras  yang  sarat  dengan  penderitaan  sehingga  sudah  selayaknya  dinikmati .
Ciri – cirinya
-    menghalalkan  segala  cara  untuk  mencapai  tujuannya
-    sering  mengumbar  kebencian  terhadap  mereka  yang  berada  diluar  kelompoknya.
-    Serakah
-    Identik  dengan  kekerasan 
Output  yang   dihasilkan  dari  kepemimpinan  tipe  ini adalah   kekuasaan  diatas  segalanya ,
3.    Pemimipin  Berhati  Abu – abu
Pemimpin  dari  tipe  ini  percaya  dengan  keberAdaan  Tuhan  YME  , namun  tidak  terlalu  taat beribadah   sehingga  dalam  aplikasi  kepemimpinannya  mereka  tidak  terlalu  takut  melanggar  aturan  demi  melanggengkan  kekuasaannya . Pemimpin  ini juga  agak  sukar  diidentifikasi  lebih  detail  lagi  karena  keberadaan  mereka  yang  diantara  kedua  tipe  pemimpin  berhati  putih dan  hitam .   Mereka  bisa  abu – abu , abu - abu keputih – putihan , tapi  bisa  juga  abu – abu  kehitam – hitaman . Apalagi  pemimpin  dari  tipe  ini bisa  dan  biasa  berkamuflase  menyiasati  situasi .
Ciri – cirinya
-    munafik , antara  ucapan  dan  palaksanannya  sering  berbeda
-    situasional  atau  keputusan  yang  diambilnya  cenderung  mengikuti  arah  angin  yang  menguntungkannya
-    suka  menggantungkan  diri  pada  kekuasaan  yang  lebih  tinggi  atau diatasnya .
-    sering   melemparkan  tanggung  jawab  kepada  bawahannya  atau  mengkambing hitamkan  orang  lain  untuk  menghindari  tanggungjawab.
Output  yang  dihasilkan  dari  kepemimpinan  tipe  ini  umumnya  biasa  biasa  saja  atau  tidak  ada  sesuatu  yang  monumental atau  cenderung  jalan  ditempat  ,  dukungan  yang  oppurtunis  dan  operational  costnya  tinggi  karena  sarat  dengan  korupsi  dan  mark  up  anggaran .
Persamaan dan  perbedaan  antara  ketiga  tipe  pemimpin  tersebut  dalam  mengaplikasikan  kepemimpinannya . adalah  sebagai  berikut ,
1.    Mempengaruhi
Pemimpin  Berhati  Putih , memotivasi  masyarakat  atau   kelompok  yang dipimpinnya  untuk  menjaga  dan  mewujudkan   amanah  yang  diembannya  agar  dapat  memperoleh  imbalan  dunia  akhirat  dan  agar  tidak      menjadi  orang -  orang  yang  merugi  dikemudian  hari . media  pendekatannya  adalah  dialog  dan  silaturahmi. Dan Menjadi  contoh  dari  aturan -  aturan  yang  telah  ditetapkan  bersama .
Pemimpin  Berhati  Hitam , memotivasi  masyarakat  atau  kelompoknya  dengan   mengiming – imingi  kekuasaan  dengan  mencontohkan  cara  cara  mencapai   dan  menikmati  kekuasaan . media  pendekatannya  adalah  dengan  pesta  pora
Pemimpin  Berhati  Abu – abu  ,  memotivasi  masyarakat  atau  kelompoknya   dengan  menjadikan  orang – orang  yang  pragmatis  dan oppurtunis . Dan  bisa   juga  dengan  cara  diantara  cara -  cara  Pemimpin  Berhati  Putih  dan   Pemimpin  Berhati  Hitam.  Media  pendekatannnya  adalah  peluang  yang  dapat digarap.
2.    Memberdayakan
Pemimpin  Berhati  Putih  ,  membangun  ekonomi  kerakyatan   yang  berbasis  pada  pengelolaan   seluruh  potensi  yang  ada   secara  maksimal  dan  dengan  memanfaatkan  teknologi  tepat  guna  dan  sumberdaya  manusia   yang  amanah  juga  terampil  menuju  kesejahteraan  bersama .
Pemimpin  Berhati  Hitam  ,  menekankan  sangsi  keras  pada  setiap       kegagalan   yang  menghambat   upaya  mencapai  kekuasaan  yang    lebih  tinggi  lagi .  memaksimalkan  kekuatan  adalah  prioritas  utama.
Pemimpin  Berhati  Abu – abu  ,  menebar  peluang  atau  kesempatan  bagi kelompok  terdekatnya  untuk  meraup  keuntungan  dari  ruang -  ruang  sempit diantara  celah -  celah  hukum  atau  kebijakan .
3.    Mengorganizer / Menggerakan
Pemimpin  Berhati  Putih ,  berdasarkan  musyawarah  untuk  mufakat  dalam  kerangka  hukum  yang  berlaku.
Pemimpin  Berhati  Hitam ,  berdasarkan  kekuatan  kekuasaan  atau  tangan  besi.
Pemimpin  Berhati  Abu – abu  ,  tergantung  kondisi  terkini ,  mereka  dapat  menggunakan  cara – cara  Pemimpin  Berhati  Putih , bisa  juga  cara – cara  Pemimpin  Berhati  Hitam  atau  malah  kombinasi  dari  keduanya  yang  cenderung  menguntungkan  secara  materi .  
Dari   ketiga  tipe  kepemimpinan  tersebut  Pemimpin  Berhati  Abu – abulah  yang  mendominasi  kepemimpinan   saat  ini  ,  Mengapa   bisa  demikian ?  pertama   karena    masyarakat  kita  yang  juga  sudah  cenderung  keabu – abuan  akibat   terlalu  lama  dipimpin  oleh  pemimpin  abu – abu. . kedua  karena  ada  proses  pembiaran  agar  masyarakat  tetap  seperti  itu  demi  melanggengkan  kekuasaan  dan  mempertahankan  kepentingannya .  Indikasinya  dapat  dilihat  dari  semakin  materalistisnya   masyarakat  sehingga  sering  keluar  dari  norma  norma  kepatutan  dalam  rangka   memperoleh  atau  mendapatkan  materi , kedudukan  atau  jabatan . Terbentuknya  opini  masyarakat  yang  mengasumsikan  ladang  korupsi  sebagai  tempat  kerja  yang  basah  atau  mudah  mendapatkan  uang  banyak    adalah  contoh  nyata  dari  semakin  materealistisnya  masyarakat .   ketiga   adanya  upaya  menjauhkan   pemimpin  Berhati  Putih   dari  Kepemimpinan  formal   dengan   menggiringnya  menjadi  pemimpin  spiritual .
Kesimpulannya  pemimpin  tetaplah  pemimpin ,  seorang  yang  terlahir  dengan   bakat  mengayomi  orang – orang  disekitarnya   dan   memiliki  keseimbangan  emosi  yang  dominant . Lelaki  atau  perempuan .  Lingkungan dan Pendidikanlah  yang  kemudian  mewarnai  mereka  dengan  warna  putih  ,  hitam  ,  abu – abu  ,  abu – abu  keputih – putihan   atau  abu – abu  kehitam – hitaman .  sedangkan  besar  tidaknya  kepemimpinan  seseorang  sangat  tergantung  dari  kemampuan  sang  pemimpin  mengoptimalkan  perangkat  yang  teraedia  dan  daya  kreativitas  sang  pemimpin .
Kita  masih  sangat  membutuhkan  pemimpin – pemimpin  Berhati  Putih  yang  amanah  dari  berbagai  level  seperti   Kepala  Desa  ,  Bupati  atau  Walikota  , dan seterusnya   dan  diberbagai  bidang  atau   organisasi  seperti  di bidang  pendidikan  ,  hukum  ,  kepolisian  dan seterusnya . karena  keberadaan  mereka  lebih  banyak  lagilah  yang  akan  membawa  bangsa  ini  menuju  kesejahteraan  tanpa  bergantung  dari  Negara  lain .
Akhirnya  kepada  pengurus  Komisi  Pemilihan  Umum  yang  baru  terpilih  ,  kita   harapkan  dan  kita  dukung  untuk  lebih  proaktip  mencari  ,  menyelidiki  ,  menyeleksi  dan  memilih  calon  calon  pemimpin  yang  sesuai  dengan   harapan  kita  bersama  , memiliki  indenpedensi   dan   keberanian  untuk  menolak   calon  -  calon  pemimpin  yang  disodorkan  bila  tidak  sesuai  ,  siapapun  yang  menyodorkan  calon  pemimpin  tersebut .  Selamat  bekerja  unutk  KPU   semoga   keberadaanmu  lahir  pemimpin – pemimpin  yang  amanah  lebih  banyak  lagi . 

Penulis,

Yunan Arif



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar